Orang Keseratus yang Kubunuh
Karya Lubis Grafura
Kuhayati jerit terakhir dari sepasang bibirmu ketika cabut pedangku mengiris dadamu. Tatapan matamu mengisyarakatkan dendam yang terpendam. Sementara, jantungmu yang berlumur darah berdenyut hangat di telapak tanganku. Telah kutuntaskan nyawa yang kesembilan puluh sembilan dengan sebilah pedangku.
Dua hari semenjak kutuntaskan musuhku yang kesembilan puluh sembilan, aku mengurung diri di [...]