Kutukan
Kau disampingku, berjalan sepanjang gang tak gaduh
Bahkan tak dengan suara langkah kita, sealiran sungai hening
Seperti tipuan kabut tak terhela dipermukaan airnya
Samar-samar kulihat kamu, refleksi indah dirinya
Belokan cahaya terpantul dari sepasang permata
Kemilau….
Dan, sampai menampar kagumku
Sampai pun menyadarkanku
Menarikku ke titik nol tersadar
Kamu indah…
Dimas Novib Septino – 14.02.2007