Dimas Novib Septino

Dimas Novib Septino

Masih terekam dengan baik dalam ingatanku ketika turun perintah untuk menjaganya. Kedua orang tuanya memberi nama Dimas Novib Septino, ayahnya Sugeng Wahyu Pribadi dan ibunya bernama Astuti. Bayi laki-laki ini lahir dimuka bumi pada tanggal 25 September 1985, tepatnya dikota Malang, sebuah kota kecil di Jawa Timur dengan udara dingin yang kini tak lagi dingin akibat global warming. Semenjak kecil aku bersamannya mulai dari ia hanya bisa menagis ketika lapar lalu mulai merangkak, belajar berjalan dan berbicara. Pertama bersekolah, takdir memilihnya untuk bermain dengan anak-anak kecil seusiannya di TK Brawijaya V, lalu bersekolah di SD Negeri Tanjung Rejo 2 Mergan. Setelah 6 tahun Bersekolah dasar, ia melanjutkan ke SLTP Negeri 1 Malang, dimana masa puber itu ia mengalami banyak perubahan, mulai bertanya-tanya dan mencari, “siapa diriku?”, “apa bakatku?” tanpa sadar ia suka menyanyi, bermain musik dan membaca buku-buku karangan manusia lainnya. Waktu yang berjalan kala itu menunjuk tahun 2000, pergantian millenium, namun bukan berati pergantian tugasku menjaganya. Ia mengenyam pendidikan menengah di SMA Negeri 5 Malang, usia itu sangat rawan membentuknya. Aku masih ingat bagaimana ia terjerat cinta pertama yang dibilang sebagai hal yang mengesankan untuk manusia, namun takdir yang memilih, cinta itu mati layu. SMA yang terasa pendek itu mulai mengelupas selubung perilakunya, mulai nampaklah sebuah karekter lalu eksis bersama karakter-karakter lainnya. Ia membuat pilihan yang membuatku tersenyum saat tiba disimpang waktu. Antara bekerja, masuk militer, ataukah kuliah. Pilihan yang terakhir kurang populer. Bila ia bekerja, tentunya ia akan menjadi money maker yang handal, genetis dari ayahnya. Bila ia masuk militer, tentunya ia akan memiliki karir yang gemilang, dari titisan darah ibunya. Tapi kuliah? Ia membuat takdirnya sendiri. Ia kini tercatat sebagai mahasiswa jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang sejak tahun 2003.

Ia menemukan teman-teman aneh yang belum pernah ia kenali dari sisi duniannya. Orang-orang dengan bakat menulis, dimana mereka kemudian membuat majalah angkatan bernama FriendsTalk, yang bertahan sampai 3 edisi karena waktu memecah mereka dengan kesibukan masing-masing. Aku tetap menjaga dan mengawasinya, mulai dari ia menjabat pegurus HMJ AP Periode 2004, sampai ia menjadi salah satu pioner Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan atau OPIUM, organisasi dimana ia aktif dengan berbagai kegiatan seni tanpa meninggalkan sisi-sisi humanis yang ia percayai,. Didalamnya ia aktif terlibat dalam berbagai kegiatan seperti parade musik punk-underground Aspirasi, membina EO dan divisi teater Opium, Teater Junjung Budhoyo sekaligus menulis naskah. Naskah yang ia tulis pertama kali adalah Deborah(2001), yang kedua digarap bersama Rian Fauzi dan Badrul Huda berjudul Cinderella Mencari...(2005), dan yang terbaru adalah Di Balik Tirai Sebelah (2008). Sampai sekarang masih menulis naskah-naskah eksperimental, juga aktif sebagai salah satu aktor laku teater ARWAH dibawah sutradara muda berbahaya, Fudi Indarto atau Bedor. Kusakasikan segala kegiatan padat itu setiap hari, mulai dari berangkat dari rumahnya di Sawojajar jl. Danau Kerinci Vblok G6/D1, kemudian di jalan ia di telfon via ponselnya (085 259 104 252) oleh perempuannya yang jelita, Rayung Pusvitasari, lalu mampir di Bendungan Sutami 38, tidak pernah lupa ngopi dan kadang minum, kuliah, berorganisasi, berlatih teater, bercinta, sampai di malam hari ia pulang dan tertidur, suatu kehidupan yang mungkin tidak ia peroleh bila ia tidak memilih pilihan yang terakhir.

Dari tadi aku bicara terus menceritakan ia, sedang aku sendiri… aku adalah salah satu makhluk cahaya yang menjaganya tanpa terlelap sasaatpun.

10 Comments

  1. 1
    mbrunk Says:

    oalah……….. mosok yo ngono se…………….!!!! apapun wez cayo ae……. met menikmati new life mu ya makhluk yang mengakui dirinya bukan lelaki sejati……………………….tapi tetep LELAKI tulen jare????!!!!!……………….hehehe………… Q menulis bukan dengan maksud menyindir,tapi hanya mengingatkan kalo anda kurang sejati……..

  2. 2
    ANDREW Says:

    aku,andreas adalah sahabat dari rendra fatrisna kurniawan. aku minta kamu menjaganya sebagai sahabat yang terbaik………….karena sudah 21 tahun lebih berlalu aku manjadikannya sahabat terbaikku….semoga dia tetap mendapat teman2 terbaik pula,seperti kamu.

  3. 3
    ANDREW Says:

    tetap jaga kepercayaannya………….semangat hidupnya………tapi hela dia dalam “larut”nya

  4. 4
    Anggoro Says:

    cak mid, tulisan u alure kok cepet buanget koyo’ di godak jaran!!!!opo yo di gawe ngono???!!!!!keep fighting, keep writing, and keep smiling ajzah wes buozzzz……………………….!!!!!!

  5. 5
    Slamet Says:

    buat mbrunk and samid
    yo ngono tukaran sing apik lek perlu pake puisi biar seru
    cak mid ato q sukanya panggil A mid bkn cerita yang ekstrim gitu kayak temanya rendra lg pengajian pasti ekstrim dan seru

  6. 6
    mid Says:

    hihihihi
    thanks mas andre
    saya bukan sahabat rendra, saya adalah seteru abadinya!
    saya air dan rendra api
    saya hitam dan rendra putih
    saya surga dan rendra neraka
    saya malaikat dan rendra iblis
    saya tampan dan rendra cantik
    saya mahasiswa dan rendra satpol pp
    saya idiot dan rendra gila
    membuat dunia terus berputar… hihihihihi

  7. 7
    mid Says:

    ok Suroboyo, LOVE ME DOLLY!
    ingat:
    Tuhan berada diantara Inul dan Gang Dolly!

  8. 8
    uangislami Says:

    apoae mid2………tapi aku salut kamu udah ada kemajuan dalam membuat blog…..he3x……. from WZ

  9. 9
    me2y Says:

    lho…truz si AKU yg nulis profilx sapa tuh….hiii…….

  10. 10
    frisdiansyah Says:

    Mbohhhhh……
    gak jelas kabeh…

    Eyip maksud>>>>>eeeeee

    hahahahahaha…..

    wes pokoke met menari-nari ae….

    krena bsok kalian semua akan di jemput malaikat pencabut nyawa…

    hahahahahahaha…


RSS Feed for this entry

Leave a Comment